PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL LAYANG


Proyek Jalan Layang Tol A.P. Pettarani  adalah sebuah proyek pembangunan jalan layang tol sepanjang 4,3 KM dengan rencana anggaran nilai investasi sebesar 2,2 Triliun Rupiah. Proyek yang direncanakan akan selesai dalam 22 bulan ini akan menyambungkan  Jalan Tol Reformasi ke Jalan A.P. Pettarani. Titik utama pembangunan ini  yaitu Jalan Boulevard dan Jalan Sultan Alauddin, dimana pengendara yang akan menuju atau meninggalkan kedua jalan tersebut dapat menikmati fasilitas ini. Pada jalan layang tol ini nantinya akan terdapat 2 Ramp yaitu Ramp Off yaitu yaitu jalur turun dan Ramp On atau jalur naik arah Jalan Boulevard dan Jalan Sultan Alauddin.
Proyek ini menggunkan banyak metode tergantung dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Untuk pekerjaan pondasi sendiri menggunakan pondasi Bore Pile. Pondasi Bore Pile adalah jenis pondasi dalam dengan desain berbentuk tabung yang berfungsi meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah keras. Pondasi ini digunakan jika level tanah di permukaan atas tidak cukup untuk menahan beban bangunan secara keseluruhan, sehingga diperlukan daya dukung tambahan. Fungsinya hampir sama dengan pondasi dalam lainya layaknya pondasi tiang pancang. Perbedaanya hanya terletak pada cara pengerjaanya. Pengerjaan pondasi ini dimulai dengan melubangi tanah terlebih dahulu sampai kedalaman yang diperlukan, lalu tahap pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton untuk pengurugannya.Untuk pengerjaan Pile Cap dan kolomnya menggunakan metode umum seperti pemasangan besi dan bekisting, namun yang menjadi ciri khas dari proyek ini yaitu pekerjaan Pier Head dan Erection Box Grider. Pada pekerjaan Pier Head menggunakan metode Post -Tension atau yang lebih dikenal dengan sebutan proses Stressing. Metode Stressing  ini digunakan karena Pier Head pada proyek ini menggunakan  model Cantilever. Metode ini adalah teknik memberikan tegangan internal pada beton plat lantai, pemberian tegangan harus dilakukan setelah dilakukan pengecoran. Pemberian tegangan dilakukan dengan cara menarik tendon dengan alat khusus, penarikan akan dilakukan sampai batas yang telah di perhitungkan dan dipasangkan dengan angkur agar tidak terlepas dan menjaga agar tegangan tendor tetap terjaga atau stabil. Erection Box Girder nya sendiri menggunakan Launching Gatry (LG). Box girder adalah jembatan di mana balok utama terdiri dari balok-balok dalam bentuk kotak berongga. Box girder merupakan beton yang biasanya terdiri dari beton pratekan, baja struktural, atau komposit baja dan beton bertulang. Bentuk dari Box Girder ini biasanya berbentuk empat persegi panjang atau trapesium dalam penampang. Launching Gantry (LG) sendiri adalah alat pemasangan gelagar atau yang akrab kita kenal sebagai girder dan terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama yaitu Portal Gantry, yaitu rangkaian yang berada di atas dan berfungsi untuk mengangkut Girder dari atas ke bawah. Bagian kedua yaitu Troli, bagian ini merupakan rangkaian yang bergerak untuk pemindahan, tugasnya mengantarkan girder dari titik portal ke lokasi yang dituju. Bagian terakhir yaitu Launcher, bagian merupakan rangkaian yang bertugas meletakan dan memasang Girder di lokasi yang diinginkan.

Hingga saat ini pekerjaan yang telah terlaksana antara lain pekerjaan utilitas PDAM, yang mana pipa-pipa PDAM yang sebelumnya berada di wilayah penggalian pondasi telah dipindahkan ke arah samping jalan, pemindahan kabel-kabel milik PT. Telkom Indonesia, dan pemindahan  neon box dan traffic light. Hingga sekarang masih ada satu fasilitas yang belum dikerjakan yaitu jembatan penyebrangan yang ada di depan Ramayana. Untuk pekerjaan Bore Pile telah selesai hingga ke tahap pengecoran, namun dalam tahap pengujian masih memerlukan 28 hari terkait uji sampel beton, uji penetrasi (PDA), uji Aksial, dan PIT yang akan menjadi parameter kelayakan  pekerjaan pondasi ini. Selanjutnya pengerjaan Pile Cap (kepala dari Bore Pile), hingga saat ini sudah terealisasi sebanyak 23 buah untuk Main Road (wilayah tengah di luar Ramp) dan untuk wilayah Ramp terdapat 19 buah yang telah selesai. Kemudian pada bagian atas Pile Cap yaitu Pier Leg (kolom), hingga kini yang telah selesai sebanyak 15 buah untuk wilayah Main Road dan 10 buah untuk wilayah Ramp. Untuk pengerjaan Pier Head telah ada duah buah yang telah selesai hingga tahap pengecoran, salah satunya telah selesai hingga proses Stressing. Sementara untuk pengerjaan Box girder telah difabrikasi di Kima 20 dan ada sekitar 830 buah yang telah selesai.
Terkait kemacetan yang ditimbulkan, langkah yang diambil yaitu melakukan sistem buka tutup jalur dengan melihat potensi kemacetan, proses pengerjaan, dan kondisi lapangan. Ketika ada jalan yang menjadi titik kemacetan dilakukan pelebaran dengan membuka jalan, sedangkan jalur yang sepi dilakukan penutupan. Untuk sistem ini sendiri ada syarat yang ditetapkan yaitu harus ada tiga lajur atau sembilan meter. Masalah kemacetan yang juga menjadi fokus dari pembangunan ini diantisipasi dengan melakukan manajemen lalu lintas tiap minggu dan tiap harinya. Untuk manajemen lalu lintas sendiri terdapat Supervisor yang menanganinya secara langsung.
Narasumber : Muhammad Yusran Syarif
Sumber terkait :

PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL LAYANG PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL LAYANG Reviewed by HMS PNUP on 06.56 Rating: 5

1 komentar:

ads
Diberdayakan oleh Blogger.