SIAPKAH KITA UNTUK MENGAKHIRI COVID-19?
Dikutip dari tirto.id, jumlah
pasien positif virus Corona atau COVID-19 di Indonesia menjadi 3.293 kasus pada
9 April 2020. Juru Bicara Perkara COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan terdapat
kasus baru sebanyak 337 kasus berdasarkan data pemerintah pusat per Kamis
(9/4/2020) pukul 12.00 WIB.
Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah
dengan jumlah pasien positif virus Corona terbanyak diluar pulau jawa dengan
jumlah kasus sebanyak 138, 23 pasien diantaranya dinyatakan sembuh dan 8 orang
lainnya meninggal dunia. Hal ini turut menjadikan Sulawesi selatan berada di
zona merah.
Berbagai kebijakan telah diterapkan pemerintah
hingga saat ini, mulai dari penerapan metode kuliah berbasis Daring, penutupan
pusat perbelanjaan hingga hotel, sampai karantina wilayah. Berbagai kebijakan
yang diambil oleh pihak pemerintah sejauh ini belum mampu menekan jumlah
penyebaran kasus COVID-19. Meskipun demikian, angka kesembuhan pasien hingga
saat ini terus menunjukkan perkembangan meski masih berada di bawah jumlah
kematian yang ada.
Mengiringi penetapan kebijakan yang dilakukan
oleh pemerintah, masyarakat sebagai objek penerapan kebijakan tersebut sudah
semestinya bertindak secara kooperatif. Lini masa pun turut dipenuhi dengan
berbagai cuitan imbauan maupun motivasi kepada masyarakat untuk mengikuti
berbagai kebijakan yang ada, salah satunya untuk membatasi aktivitas di luar
rumah.
Dampak yang besar dari penetapan kebijakan
tersebut sedikit banyak mengubah pola hidup beberapa kalangan bahkan ada yang
harus kehilangan pendapatan. Diluar daripada itu, banyak pihak-pihak yang masih
harus bekerja di luar rumah karena tuntutan profesi. Di kalangan manapun kita
berada saat ini, adanya pandemi COVID-19 sama-sama memberikan dampak dan
kekhawatiran. Lalu pertanyaan yang selalu muncul adalah “kapankah sebenarnya COVID-19
bisa berakhir?”.
Beberapa waktu yang lalu Badan Intelegen
Negara (BIN) merilis prediksinya terkait penyebaran kasus COVID-19. Dikutip dari katadata.co.id, BIN meramal kasus positif corona mencapai puncak pada
akhir Juli dengan jumlah kasus positif 106.287 orang. Hal ini dikatakan oleh
Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat
rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kamis (2/4). Doni menyampaikan skenario
yang dihitung oleh BIN cukup akurat lantaran mereka sempat meramal kasus
Covid-19 akhir Maret 1.577 orang. Angka ini cukup dekat dengan realisasi 1.528
kasus per 31 Maret lalu. Namun mantan Danjen Kopassus itu mengatakan ramalan
durasi corona dari BIN bisa meleset jika mitigasi dilakukan.
Selain
BIN, beberapa ilmuwan
yang tergabung dalam Ikatan Alumni Departemen Matematika FMIPA Universitas
Indonesia mengeluarkan prediksi mengenai laju kasus COVID-19 di Indonesia Mereka pun membuat sebuah simulasi penyebaran
COVID-19 di Indonesia melalui data kasus kumulatif yang dipublikasikan laman
kawalcovid19.id, dari 2 Maret hingga 29 Maret 2020. Data tersebut kemudian
diaplikasikan dalam kurva eksponensial dan dihitung secara matematis untuk
mendapatkan nilai estimasi kasus COVID-19 di Indonesia.
Penelitian ini
juga membuat 3 skenario untuk memprediksi laju kasus COVID-19 di Indonesia.
Dalam skenario ini, ketegasan pemerintah dan kedisplinan saling bertanggung
jawab untuk membuat pandemi ini segera mereda.
Skenario 1: Jika pemerintah tak tegas
terapkan social distancing, COVID-19 baru akan mereda pada
Agustus-September
Instagram.com/ilunimathui/
Pada skenario
pertama, digambarkan bahwa per 1 April 2020 pemerintah tidak menerapkan
kebijakan mengenai physical distancing yang tegas dan
signifikan pada masyarakat.
Jika sikap
pemerintah seperti ini, maka diprediksi puncak pandemi ini akan terjadi pada 4
Juni nanti dengan jumlah kasus baru mencapai 11.318 kasus. Untuk kapan
meredanya pandemi ini, skenario 1 memprediksi kasus COVID-19 baru akan
mereda pada akhir Agustus sampai awal September mendatang.
Skenario 2: Masyarakat yang tidak
disiplin membuat lonjakan kasus posif mencapai 60.000 kasus
Instagram.com/ilunimathui/
Pada skenario 2,
digambarkan bahwa per 1 April 2020 pemerintah sudah membuat kebijakan
mengenai physical distancing, namun kurang tegas dan strategis
dalam mengurangi interaksi antar masyarakat. Hal ini juga diperburuk dengan
masyarakat yang tidak disiplin dalam mengindahkan imbauan physical distancing.
Jika skenario ini
terjadi, maka diprediksi puncak pandemi ini akan terjadi pada 2 Mei dengan
1.490 kasus baru. Kasus positif juga melonjak hingga 60.000 kasus. Skenario ini
memprediksi bahwa pandemi ini baru mereda pada akhir Juni sampai awal Juli
mendatang.
Skenario 3: Kebijakan tegas membuat
pandemi bisa berakhir pada akhir Mei
Instagram.com/ilunimathui/
Pada skenario 3,
digambarkan bahwa per 1 April 2020 pemerintah sudah menerapkan kebijakan
tegas dan strategis untuk menekan interaksi antar masyarakat. Masyarakat
pun digambarkan sudah disiplin menerapkan physical distancing.
Jika seperti ini,
puncak pandemi diprediksi akan terjadi pada 16 April dengan 546 kasus baru dan
angka kasus positif COVID-19 mencapai 17.000 kasus. Namun, mereka memprediksi
bahwa pandemi ini bisa berakhir pada akhir Mei sampai awal Juni
mendatang.
Beberapa prediksi
di atas sudah semestinya dijadikan pemerintah sebagai bahan acuan untuk mengambil
langkah yang tepat agar kasus COVID-19 di Indonesia segera berakhir. Sebagai
masyarakat, sudah sepatutnya kita turut mengawal kebijakan yang diberikan oleh
pemerintah, selain itu sudah semestinya kita sadari bahwa wabah yang ada saat
ini seharusnya menjadikan kita pribadi yang lebih disiplin dan taat aturan.
Panik bukanlah hal yang dibenarkan, namun menganggap remeh permasalahan ini
tidak lebih baik daripada itu. Setelah melihat berbagai kemungkinan yang
terjadi pertanyaan yang muncul seharusnya bukan lagi “kapankah
sebenarnya COVID-19 bisa berakhir?” tapi “siapkah kita untuk mengakhiri
COVID-19?”.
Tetap jaga kesehatan dan sebisa mugkin
#dirumahaja karena #indonesiabisa
~Demi Kebesaran dan Kejayaan Sipil~
Penulis: Mayang Fachriza Hairil Putri
Sumber dan referensi :
https://katadata.co.id/berita/2020/04/03/prediksi-5-lembaga-soal-corona-di-indonesia-paling-cepat-mereda-mei
SIAPKAH KITA UNTUK MENGAKHIRI COVID-19?
Reviewed by HMS PNUP
on
05.34
Rating:
Reviewed by HMS PNUP
on
05.34
Rating:




Tidak ada komentar: